Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Mengatasi Kesulitan Matematika dengan Multi-Sensori

Gambar
Matematika seringkali menjadi objek pelajaran yang paling sulit dan juga menakutkan bagi sebagian anak. Hal itu disebabkan oleh sifatnya yang abstrak hingga sulit untuk dijabarkan. Selain itu, pengerjaannya haruslah tepat ( precise ), jelas ( clear ), dan akurat ( exact ). Saking sulitnya matematika bagi kebanyakan orang, bahkan Albert Einstein, penemu teori relativitas yang juga dianggap sebagai ilmuwan terbesar pada abad ke-20, mengatakan, “D o not worry about your difficulties in mathematics! I can assure you, mine are still greater. ” Bagi sebagian anak, kesulitan memahami Matematika ditambah dengan kekurangmampuan membayangkan segala sesuatu yang abstrak. Sebagian anak tidak bisa membedakan dalam pemikirannya, bahwa puluhan adalah lebih besar nilainya daripada satuan, atau ribuan lebih besar nilainya daripada ratusan. Jika dilanjutkan pada tingkat berikutnya, anak-anak seperti ini akan makin kesulitan jika diminta berhitung, apalagi pada konsep meminjam dan menukar. Pada ...

Anak Belajar buat Apa?

Gambar
“Bisa tolong jelaskan, jalan mana yang harus kuambil dari sini?” “Tergantung kamu maunya ke mana,” jawab si Kucing. “Ke mana juga boleh,” kata Alice. “Ya…, kalau begitu, jalan manapun boleh kamu ambil,” kata si Kucing.             Dari Alice’s Adventures in Wonderland                         Bayangkan jika Anda diminta untuk menyelesaikan sebuah jigsaw puzzle.   Karena sudah pernah menyelesaikan banyak puzzle sebelumnya, Anda pun dengan percaya diri melakukannya. Anda mengeluarkan ke-1000 potongan gambar tersebut di atas sebuah meja besar. Lalu Anda mencari gambarnya di kotak. Ternyata tidak ada gambar apapun! Kosong! Mana bisa Anda menyelesaikan puzzle tersebut kalau tidak tahu gambar apa yang harus dibuat?   Kalau saja Anda sempat melihat sekilas gambarnya, pasti hasilnya akan berbeda. Tanpa gamb...

Lingkungan Montessori dan Perkembangan Bahasa

Gambar
“Pembelajaran bahasa merupakan pencapaian intelektual anak yang paling berharga,” kata Elizabeth G. Hainstock (Teaching Montessori in The Home : 1997). Madina, seorang anak dari Rusia, ditemukan pada tahun 2013 - telanjang, berjalan dengan kaki-tangan, dan mengonggong. Saat itu usianya 3 tahun. Ayah Madina pergi sesaat sesudah kelahirannya. Ibunya, perempuan berusia 23 tahun, kecanduan berat alkohol. Ia kerap terlalu mabuk untuk merawat anaknya dan duduk saja di meja untuk makan sementara anaknya mengunyah tulang di lantai bersama para anjing. Madina   dibawa ke perawatan   dan dokter menemukan ia sehat secara mental dan fisik meskipun kesulitan bicara hingga hari ini. “The only language men ever speak perfectly is the one they learn in babyhood, when no one can teach them anything,” kata Maria Montessori. Montessori percaya bahwa pembelajaran bahasa pada anak sudah dimulai pada usia 0 tahun. Absorbent mind memungkinkan anak menyerap setiap buny...

Seeing is Believing

Gambar
Saya ke Yogyakarta demi mencari sebuah jawaban, kalau bukan pembenaran, atas semua kegelisahan dan kekhawatiran dalam mendidik anak-anak (khususnya anak saya yang disleksia) Pada kenyataannya, saya mendapat peneguhan. Bahwa tidak ada anak yang berkebutuhan khusus. Hanya ada anak yang BERPOTENSI khusus. Bahwa menjadi seorang praktisi pendidikan adalah sebuah 'previlege'. Kita belajar melihat dunia yang berbeda melalui mata anak-anak. Kita belajar dari anak-anak, mengenal yang namanya 'keajaiban' melalui dunia mereka. "And when the miracle come to you, what are you going to do?"           -Paul Epstein-   Kata-kata beliau membuat saya tersadar. Anak-anak, yang sejatinya lahir dari kesempurnaan, bukan sumber kekhawatiran - tidak berhak dipersalahkan atas ketidakmampuan kita mengobservasi dan menciptakan lingkungan yang membuatnya mau belajar. Anak-anak adalah keajaiban itu sendiri. Merekalah sumber inspirasi. Dari mer...

Hal Tersulit Jadi Ibu

Seminggu yang lalu saya ketemu seorang 'mamud' di daerah Bekasi. Dia sudah baca buku 'The Rising Star' dan minta ketemu. Dokter muda yang cantik, dengan anak 4 tahunnya yang luar biasa cerdas. Awal ketemu, langsung ada perasaan lega. Ng-klop seperti menemukan sekutu. Ternyata, menurut saya pribadi (karenanya bisa saja salah) ada dua bentuk 'cinta' yang dominan dimiliki para Ibu. Cinta yang pertama adalah dengan mencemaskan segala sesuatu. Banyak Ibu khawatir dengan pendidikan anaknya, karena nilainya nggak naik-naik dan harus setengah mati belajar supaya mencapai KKM. Banyak Ibu, yang sejak anaknya kecil, takut mereka bakal 'jatuh' kalau naik ke tempat tinggi. Beberapa Ibu lain 'khawatir' anaknya di-bully di sekolah. Sebagian Ibu lain khawatir anaknya diculik. Ada juga yang khawatir anaknya terjerumus sama pergaulan yang salah, jatuh cinta sama orang yang salah, pilih sekolah yang salah, jurusan kuliahnya salah, punya karir yang ...

Cosmic Education (untuk Cinta dan Peradaban)

Apakah Bapak/Ibu ikut mengamati video yang jadi viral akhir-akhir ini? Sekelompok anak menyerukan, "Bunuh!" pada seseorang, secara terbuka dan lantang?  https://www.youtube.com/watch?v=uKOtCCqHZv8 “The child is both a hope and a promise for mankind. What is needed is faith in the grandeur and superiority of man,”   Maria Montessori (Education and Peace : 1949) Pada tahun 1935 Maria Montessori mengatakan bahwa dalam pendidikan hari ini, karakter tidaklah masuk hitungan untuk dikembangkan secara serius. Tujuan beliau untuk mempengaruhi dunia agar peduli pada pembangunan menyeluruh anak-anak, pada keseimbangan perkembangan fisik dan mental, mungkin masih harus dipertanyakan keberhasilannya, bahkan hingga 65 tahun setelah kematiannya. Merujuk pada potret yang tertuang dalam video viral di atas, menjadi nyata bahwa pola pendidikan yang hanya menekankan pada pengetahuan, urutan, memori, ujian, dan peringkat telah gagal. Meningkatkan kecerdasan anak, membentu...