Pendidikan yang Adil bagi Semua Anak
Setiap orangtua menginginkan anaknya cerdas dan mandiri. Tapi bagaimana jika yang terjadi malah sebaliknya? Seorang anak laki-laki menunduk tanpa daya. Di hadapannya, sang Ibu mengatainya malas dan bodoh. Pasalnya sudah hampir lima jam sang Ibu meminta anaknya menghapal tulisan ‘ma’, ‘mi’, ‘mu’ , ‘me’ , dan ‘mo’. Tak satu pun dari suku kata tersebut yang bisa diingatnya. Membentak dan mencubit tak membuat anak itu bertambah semangat untuk belajar. Bagaikan mesin mobil yang tiba-tiba mogok, demikian juga anak itu bergeming – dengan tatapan kosong dan pasrah siap kena hukuman. “ Our care of the children should be governed not by the desire to ‘make them learn things’ but by the endeavor always to keep burning within them the light which is called intelligence.’ -Maria Montessori- Pada rentang tahun 1 899-1901 Maria Montessori me mulai pekerjaannya di sebuah sekolah yang menangani anak-anak dengan keterbelakangan mental. Montessori mengobservasi, melakukan anal...